Dalam tubuhku bersemayam banyak luka
Bahkan dalam tawaku, kau akan rasakan duka
Seperempat abad kulalui dengan air mata
Bagaimana kau mencintai tubuh yang telah remuk-redam?
Di hidupmu, barangkali juga ada luka
Namun tawamu masihlah berisikan suka
Seperempat abadmu belum tiba, jadi kau masih punya waktu mengukir bahagia
Sebab itulah, menyayangimu terasa mudah
Kita telah bersisian sepanjang tahun
Kudengar keluhanmu, kuangkat teleponmu—meski baru saja kubenturkan kepala ke dinding, atau kulewati malam dengan tertidur dalam tangisan
Dua puluhanku berlalu dengan mengenaskan, sebab itu pula aku tidak ingin kau dihancurkan kehidupan
Maka di persimpangan jalan, kita menempuh arah yang berbeda
Biar kurawat agar kau tumbuh penuh bahagia—meski aku masih terseok-seok menjahit luka
🌻



0 Comments